Hy guys. long time no see. i think it's been almost five month since the last time i wrote a blog. and now, i will search my story with you guys.
Kebersamaan
selalu diimpikan setiap orang. Tak bisa dipungkiri meskipun sesibuk apapun
seseorang tentunya ia pasti sangat menginginkan waktu kebersamaan dengan
keluarga. Seperti halnya dengan mereka. Di sela kesibukan kerjanya, pria itu,
abang ku, masih menyempatkan diri untuk mengajak adik-adik dan kekasihnya
menghabiskan waktu akhir pekan untuk bersama-sama mengunjungi sebuat tempat
wisata. Tepatnya Taman Wisata Mangrove yang berada di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.
Ia memimpin jalan layaknya seorang pemimpin.
Melewati banyaknya pohon mangrove yang asri menuju pinggir pantai menanti
sunset. Sengaja ku abadikan foto ini, untuk menyimpan kenangan kebersamaan ini.
Begitu
bahagianya menghabiskan waktu di tempat ini. Melihat banyaknya pohon mangrove
yang membuat sejut tempat ini. Gertak yang disusun begitu cantik dengan di cat
warna warni menambah indah pemandangan. Berkeliling di tempat ini sungguh bisa
menghabiskan penat.
Ditemani dengan abang sepupu
(pria paling depan), calon kakak ipar (perempuan berbaju merah), dan adik
sepupu (perempuan berkerudung putih). Moment ini kuabadikan secara sengaja,
karena adik sepupu ku sangat malu ketika aku ingin mengambil gambar wajahnya.
Ia pasti menghindar dan tidak mau di foto. Jadi aku sengaja mengambil moment
ini. Ini kuambil ketika kami hendak menuju ke tepian pantai untuk melihat
lautan luas.
Aku sengaja berjalan paling
belakang. Menyaksikan saudara saudariku berjalan di depan. Dengan gagahnya
saudara ku memimpin. Mengenakan pakaian yang begitu rapi sesuai dengan
kepribadiannya. Kemera biru pendek dan celana kain panjang. Menunjukkan sisi
pria karier nya sebagai seorang karyawan di suatu perusahaan. Dan dengan
anggunnya dua saudari ku melangkah dengan hati-hati. Yang satu sangat elegan
dengan baju dan kerudung serba merah, dengan membawa dua bunga di tangan
kirinya. Dan yang satu sangat natural dengan baju hitam dan kerudung putih yang
simple. Dan aku sibuk dengan kamera ku memotret apa pun yang ingin aku potret.
Termasuk moment ini.
Terik panas tidak menghentikan
kami untuk tetap menuju ke tepian pantai. Karena pasti angin laut yang
berhembus mampu membuat kami tetap
merasa sejuk. Dengan berhati-hati kami meniti gertak yang cantik. Gertak
itu hanya disusun oleh tiga papan berjejer dan di topang dengan kayu bulat. Di
cat dengan warna merah, kuning dan hijau. Membuat kita merasa berjalan di atas
pelangi kayu. Kaarena gertak ini tidak lebar,
maka tidak menutup kemungkinan apabila kita tidak berhati-hati maka akan
salah menginjak. Saat kami mengunjungi tempat ini, air laut surut. Sehingga
tidak ada genangan air di bawah gertak.
Hanya ada lumpur pantai yang mungkin lumayan dalam. Jadi kalau salah injak kaki
kita akan terjerumus ke dalam lumpur pantai, dan tentunya akan kotor.
Apalagi ketika berpapasan dengan
pengujung lain, maka kita harus menepi. Untuk menghindari senggolan sebaiknya
kita berpegangan pada batang pohon mangrove. Seperti abang ku yang menepi untuk
memberikan jalan pada pengunjung lain yang lewat. Gertak ini adalah gertak
menuju tepian pantai. Jadi wajar jika banyak pengunjung lalu lalang, karena
hanya ini gertak satu-satunya menuju ke gazebo tepian pantai. Dan ternyata
benar, semilir angin laut sama sekali tidak membuat kami merasa panas, meskipun
hanya sedikit silau saja yang menghampiri.
Dengan suguhan pemandangan yang
sangat menyejukkan mata. Hamparan laut biru yang luas. Namun, kali ini air laut
sedang surut. Hamparan lumpur pantai sangat luas.Sungguh begitu menghilangkan penat ku.
Aku merekomendasikan tempat ini untuk kalian kunjungi. Selamat berlibur.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar