Sabtu, 30 September 2017

My Story



          



Hy guys. long time no see.  i think it's  been almost five month since the last time i wrote a blog. and now, i will search my story with you guys.
 Kebersamaan selalu diimpikan setiap orang. Tak bisa dipungkiri meskipun sesibuk apapun seseorang tentunya ia pasti sangat menginginkan waktu kebersamaan dengan keluarga. Seperti halnya dengan mereka. Di sela kesibukan kerjanya, pria itu, abang ku, masih menyempatkan diri untuk mengajak adik-adik dan kekasihnya menghabiskan waktu akhir pekan untuk bersama-sama mengunjungi sebuat tempat wisata. Tepatnya Taman Wisata Mangrove yang berada di Kabupaten Mempawah,  Kalimantan Barat.
            Ia  memimpin jalan layaknya seorang pemimpin. Melewati banyaknya pohon mangrove yang asri menuju pinggir pantai menanti sunset. Sengaja ku abadikan foto ini, untuk menyimpan kenangan kebersamaan ini.
            Begitu bahagianya menghabiskan waktu di tempat ini. Melihat banyaknya pohon mangrove yang membuat sejut tempat ini. Gertak yang disusun begitu cantik dengan di cat warna warni menambah indah pemandangan. Berkeliling di tempat ini sungguh bisa menghabiskan penat.
Ditemani dengan abang sepupu (pria paling depan), calon kakak ipar (perempuan berbaju merah), dan adik sepupu (perempuan berkerudung putih). Moment ini kuabadikan secara sengaja, karena adik sepupu ku sangat malu ketika aku ingin mengambil gambar wajahnya. Ia pasti menghindar dan tidak mau di foto. Jadi aku sengaja mengambil moment ini. Ini kuambil ketika kami hendak menuju ke tepian pantai untuk melihat lautan luas.
Aku sengaja berjalan paling belakang. Menyaksikan saudara saudariku berjalan di depan. Dengan gagahnya saudara ku memimpin. Mengenakan pakaian yang begitu rapi sesuai dengan kepribadiannya. Kemera biru pendek dan celana kain panjang. Menunjukkan sisi pria karier nya sebagai seorang karyawan di suatu perusahaan. Dan dengan anggunnya dua saudari ku melangkah dengan hati-hati. Yang satu sangat elegan dengan baju dan kerudung serba merah, dengan membawa dua bunga di tangan kirinya. Dan yang satu sangat natural dengan baju hitam dan kerudung putih yang simple. Dan aku sibuk dengan kamera ku memotret apa pun yang ingin aku potret. Termasuk moment ini.
Terik panas tidak menghentikan kami untuk tetap menuju ke tepian pantai. Karena pasti angin laut yang berhembus mampu membuat kami tetap  merasa sejuk. Dengan berhati-hati kami meniti gertak yang cantik. Gertak itu hanya disusun oleh tiga papan berjejer dan di topang dengan kayu bulat. Di cat dengan warna merah, kuning dan hijau. Membuat kita merasa berjalan di atas pelangi kayu. Kaarena gertak ini tidak lebar,  maka tidak menutup kemungkinan apabila kita tidak berhati-hati maka akan salah menginjak. Saat kami mengunjungi tempat ini, air laut surut. Sehingga tidak ada genangan air di  bawah gertak. Hanya ada lumpur pantai yang mungkin lumayan dalam. Jadi kalau salah injak kaki kita akan terjerumus ke dalam lumpur pantai, dan tentunya akan kotor.
Apalagi ketika berpapasan dengan pengujung lain, maka kita harus menepi. Untuk menghindari senggolan sebaiknya kita berpegangan pada batang pohon mangrove. Seperti abang ku yang menepi untuk memberikan jalan pada pengunjung lain yang lewat. Gertak ini adalah gertak menuju tepian pantai. Jadi wajar jika banyak pengunjung lalu lalang, karena hanya ini gertak satu-satunya menuju ke gazebo tepian pantai. Dan ternyata benar, semilir angin laut sama sekali tidak membuat kami merasa panas, meskipun hanya sedikit silau saja yang menghampiri.
Dengan suguhan pemandangan yang sangat menyejukkan mata. Hamparan laut biru yang luas. Namun, kali ini air laut sedang surut. Hamparan lumpur pantai sangat luas.Sungguh begitu menghilangkan penat ku.
Aku merekomendasikan tempat ini untuk kalian kunjungi. Selamat berlibur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar