Sabtu, 30 September 2017

good theory 2




assalamualaikum wr wb.
hy guys.. how are you? i hope we are all  fine
the last time i shared about sociocultural theory, now i will share the theory about sosiopsicological theori
happy reading, cekidot

Tradisi Sosio-Psikologis
Seorang manusia menjalani hidupnya sebagai pelaku komunikasi. Dimana ia memberi, mengolah dan mendapatkan informasi. Namun, manusia memiliki otak, pikiran, logika, dan akal yang berbeda beda. Hal ini tentu saja memyebabkan persepsi orang terhadap suatu informasi berbeda.  Bahkan, orang yang kembar identik sekalipun pasti memiliki perbedaan dalam berpendapat.
Hal ini disebabkan kepribadian setiap orang berbeda. Bagaimana seseorang bertingkah laku dalam situasi komunikasi. Bagaimana, mereka bisa bertingkah laku sedemikian rupa? Apakah mereka berbuat sesuai dengan apa yang mereka pikirkan sebelumnya? Apakah mereka bisa atau akan melakukan sesuatu seperti pikiran kita?
Ada dua jeis teori dalam tradisi sosiopsikologis ini, yaitu :
  1. Teori Sifat
Sebuah kualitas atau karakteristik pembeda  ini merupakan cara berpikir, merasakan, dan bertingkah laku yang konsisten terhadap situasi
a.       Pertentangan
Kecenderungan untuk ikut serta dalam percakapan  tentang topik – topik kontroversial, untuk mendukung sudut pandang  Anda dan menolak keyakinan yang berbeda.
b.      Kecemasan dalam Berkomunikasi dan Bersosialisasi
Banyak orang yang takut atau tidak suka berkomunikasi serta telah banyak penelitian tentang kecemasan dan ketakutan berkomunikasi. Dalam bidang komunikasi, karya yang paling terkenal adalah Communications Apprehension (CA) yang dipopulerkan oleh Mc. Croskey mempunyai sifat berkecenderungan untuk mengalamai kecemasan saat berkomunikasi dalam berbagai keadaan.
Kekuatan Berkomunikasi adalah Bagian dari kelompok konsep yang terdiri atas penghindaran sosial, kecemasan sosial, kecemasan berinteraksi, dan keseganan. Sebagai sebuah kelompok, hal ini disebut juga dengan kecemasan dalam berkomunikasi dan bersosialisasi (social and communicative anxiety).
Mills Patterson dan Vicki Ritts dalam Kecemasan Berkomunikasi menyebutkan beberapa Parameter, bahwa kecemasan dalam berkomunikasi dan bersosialisasi memiliki aspek fisiologis, seperti detak jantung dan rona merah pipi karena malu, manifestasi perilakuseperti penghindaran dan proteksi diri, serta dimensi kognitif seperti fokus diri dan pikiran negatif.
c.       Model Faktor-Sifat
Model-sifat yang dipaparkan oleh Digman
  • Neuroticism atau kecenderungan untuk merasakan emosi negatif dan kesedihan
  • Extraversion atau kecenderungan untuk menikmati berada dalam kelompok, menjadi tegas, dan berpikir optimis
  • Openness atau kecenderungan untuk menjadi reflektif, memiliki imajinasi, memperhatikan perasaan dari dalam hati, dan menjadi pemikir mendiri
  • Agreeableness atau kecenderungan untuk menyukai dan menjadi simpatik kepada orang lain, ingin membantu orang lain, serta untuk menghindari permusuhan
  • Conscientiousness atau kecenderungan menjadi pribadi yang disiplin, melawan gerak hati nurani, menjadi teratur, dan memahami penyelesaian tugas. Sebagai contoh, conversational narcissism atau obrolan narsis mungkin dapat dijelaskan sebagai sebuah kombinasi dari sesuatu, seperti neuroticism menengah, extraversión tinggi, opennes rendah, agreeable rendah, dan conscientiousness tinggi.
d.      Sifat, Watak, dan Biologis
H.J.Eysenck yang membagi perilaku manusia ke dalam tiga sifat daripada lima sifat yang diidentifikasi oleh Digman-para pakar ini menyatakan bahwa perilaku dalam berkomunikasi memunculkan beragam kombinasi dari ketiga faktor tersebut, meliputi :
  • Fokus keluar (extraversión)
  • Kecemasan (neuroticism)
  • Kurangnya pengendalian-diri (psychotocism)
2.       Kognisi dan Pengolahan Informasi
Jika teori sifat memberi Anda beberapa nama untuk menggambarkan diri Anda sendiri dan pelaku komunikasi lainnya, maka teori pengolahan informasi bekerja di belakang layar untuk menjelaskan bagaimana Anda berfikir, Bagaimana Anda mengatur dan menyimpan informasi, serta bagaimana kognisi membantu membentuk perilaku Anda.
a.       Teori Atribusi
Teori atribusi bermula dengan gagasan Fritz Heider bahwa setiap individu mencoba untuk memahami perilaku mereka sendiri dan orang lain dengan mengamati bagaimana sesungguhnya setiap individu berperilaku. Penyebab situasional (dipengaruhi oleh lingkungan), pengaruh pribadi (mempengaruhi secara pribadi), kemampuan (dapat melakukan sesuatu), usaha (mencoba melakukan sesuatu), hasrat (keinginan untuk melakukannya), perasaan (merasa menyukainya), keterlibatan (setuju dengan sesuatu), kewajiban (merasa harus), dan perizinan (telah diizinkan).
Brant Burleson menguatkan teori Atribusi yang sudah ada yaitu mengenai interprestasi persuasif yang menghasilkan sebuah persepsi.
b.      Teori Penilaian Sosial
Teori atribusi menunjukan kepada kita pentingnya penilaian interpersonal. Teori penilaian sosial, sebuah karya ilmu psikologi sosial, berfokus pada bagaimana kita membuat penilaian mengenai pernyataan yang kita dengar. Rentang penerimaan dan penolakan seseorang dipengaruhi oleh sebuah variabel kunci-keterlibatan Ego. Keterlibatan Ego (Ego Involvement) adalah pemahaman tentang hubungan pribadi anda dengan sebuah masalah. Efek Kontras (Contrast Effect) terjadi ketika semua individu menilai sebuah pesan lebih jauh dari sudut pandang mereka daripada yang seharusnya dan Efek Asimilasi (Asimilation Effect) terjadi ketika manusia menilai sebuah pesan lebih dekat dengan sudut pandang mereka daripada yang seharusnya.
c.       Teori Kemungkinan Elaborasi
Sebagaimana yang Anda pelajari tentang teori penilaian sosial pada bagian sebelumnya, mungkin Anda telah menyadari bahwa Anda tidak selalu membuat penilaian secara sadar tentang apa yang Anda dengar. Teori kemungkinan elaborasi (Elaboration-Likelihood Theory-ELT) untuk membantu kita memahami semua perbedaan ini. ELT adalah sebuah teori persuasi karena teori ini mencoba untuk memprediksi kapan serta bagaimana Anda akan dan tidak akan terbujuk oleh pesan. Kemungkinan elaborasi (elaboration likelihood) adalah suatu kemungkinan bahwa Anda akan mengevaluasi informasi secara kritis.
Ada dua rute untuk pengolahan informasi – rute central dan periferal. Dengan demikian, ketika anda mengolah informasi melalui rute central, anda memikirkan secara aktif  dan mempertimbangkannya berlawanan dengan yang telah Anda ketahui, anda menanggapi semua argumen dengan hati – hati. Pengolahan informasi melalui rute periferal, anda akan sangat kurang kritis. Perubahan apapun yang terjadi, mungkin hanya sementara dan kurang berpengaruh pada anda bertindak.
Pemecahan terhadap Teori Kemungkinan Elaborasi adalah MOtivasi yang terdiri atas 3 hal, antara lain: Pertama, keterlibatan atau relevansi personal dengan topik. Kedua adalah perbedaan pendapat. Ketiga adalah Kecenderungan pribadi anda terhadap cara berpikir kritis.
Kesimpulannya, teori menjelaskan bahwa setiap orang memiliki pemikiran yang berbeda beda sesai dengan kondisi dirinya.
Okeh guys.. thank you for reading
See you next time, assalamualaikum wr wb

good theory

assalamualaikum wr wb.
hy guys.. how are you? i hope we are all  fine
now i will share a theory about sociocultural, this theory is  one of the theories of communication
happy reading guys

Teori Sosiokultural
Sebagai makhluk hidup kita tentunya akan berinteraksi satu sama lain. Manusia adalah makhluk sosial yang tak bisa hidup tanpa makhluk lain. Dalam hal ini komunikasi menjadi suatu aspek penting bagi kelangsungan hidup manusia. Melakukan apapun, dimana pun dan kapan pun kita akan berkomunikasi. 
Dalam teori komunikasi sosiokultural ini dijelaskan bahwa komunikasi terjalin akibat pengaruh realitas sosial. Dimana dari komunikasi yang dilakukan orang akan saling berhubungan, berbicara, beraktivitas, dan kemudian menciptakan suatu kebiasaan. Kebiasaan tersebut selanjutnya menjadi budaya di kalangan masyarakat itu sendiri.
Teori ini menjelaskan bagaimana individu mampu memahami bahwa mereka bukanlah seseorang saja, melainkan satu kesatuan dengan individu lain yang tersatukan dengan berbagai perbedaan-perbedaan yang tersusun melalui realitas sosial.
Edward Sapir dan Benjamin Lee Whorfdari University of Chicago adalah pelopor tradisi sosio-kultural. Dalam hipotesis penelitian mereka, linguistik adalah bagian dari struktur bentuk bahasa budaya yang berdasarkan apa yang orang pikirkan dan lakukan. Dunia nyata terlalu luas dan secara tidak sadar terbentuk pada bahasa kebiasaan (habits) dari kelompok. Teori linguistik ini berlawanan dengan asumsi bahwa semua bahasa itu sama dan kata hanya sarana netral untuk membawa makna. Bahasa sebenarnya adalah struktur dari persepsi kita akan realitas. Teori dalam tradisi ini mengklaim bahwa komunikasi adalah hasil produksi, memelihara, memperbaiki dan perubahan dari realitas. Dalam hal ini, tradisi sosio-kultural menawarkan membantu dalam menjembatani jurang pemisah budaya antara “kita” dan “mereka”.
Ada lima konsep tentang diri sendiri, yaitu :
  1. Interaksionisme Simbolis
            Merupakan sebuah cara berpikir mengenai pikiran, diri sendiri, dan masyarkat. Interaksionisme simbolis mengajarkan bahwa manusia berinteraksi satu sama lain sepanjang waktu, mereka berbagi pengertian untuk istilah istilah dan tindakan –tindakan tertentu dan memahami kejadian-kejadian dalam cara-cara tertentu pula.
  1. Pembentukan sosial mengenai diri sendiri
            Merupakan gagasan bahwa diri sendiri tersusun oleh sebuah teori pribadi yang memengaruhi bagaimana kita mendekati dunia. Rom Harre adalah salah seorang ilmuwan sosial yang mengemukakan tentang teori seseorang dan diri sendiri. Teori ini adalah gagasan bahwa diri sendiri tersusun oleh sebuah teori pribadi yang memengaruhi bagaimana kita mendekati dunia.Haree mengungkapkan konsep”diri sendiri” dengan tiga elemen yang membentuknya yaitu kesadaran, perantara, dan perjalanan hidup.Kesadaran berarti memiliki kemampuan”untuk melakukan objektifitas” terhadap diri anda sendiri.Kesadaran merupakan dimensi diri sendiri yang sangat berhubungan dengan keadaan saat ini, karena  kita menyadari kita bergerak melalui ruang dan waktu, kita menggunakan persepsi, pengalaman, dan interaksi kita untuk menjalani tempat kita dunia. Perjalanan hidup terdiri atas ingatan, kenangan, keyakinan atau pemahaman mengenai apa yang terjadi di masa laluyeng terbiasa menafsirkan pengalaman—pengalaman saat ini dan masa depan.Kemudian perantara dimensi ketiga tentang  diri sendiri dan lebih berhubungan dengan kejadian di masa depan.
Harre juga memberikan sebuah hubungan  tentang diri sendiri yaitu kepribadian—-Teori Harre tentang kepribadian juga mengandung sebuah susunan dimensi yang membedakan cara-cara diri sendiri di susun dan di hadirkan.Harre menggambarkan dimensi-dimensi kepribadian adalah penampilan, realisasi,dan perantara. Penampilan merujuk pada apakah sebuah aspek pada diri sendiri di tampilkan secara umum atau tetap dianggap sebagai sesuatu yang bersifat pribadi.Realisasi sumber adalah tingkatan di mana karakteristik diri di yakini berasal darri dalam individu atau dari kelompok di mana diri sendiri menjadi sebuah bagian. Perantara merupakan tingkatan kekuatan aktif yang melekat pada diri sendiri.elemen-elemen aktif seperti berbicara, mengendarai, elemen-elemen pasif : mendengarkan
  1. Pembentukan sosial mengenai emosi
            Emosi merupakan konsep-konsep yang tersusun, seperti aspek lain dari pengalaman manusia karena mereka ditentukan oleh bahasa local dan atau tata susunan moral dari kebudayaan atau kelompok sosial.
  1. Pembawaan diri
            Erving Goffman yang mengemukakan tentang teori pembawaan diri, yaitu bagaimana seseorang menempatkan diri, apa yang harus dikatakan, dan bagaimana harusnya anda bertindak.
Goofman mengartikan permbawaan diri adalah pengelolaan kesan.Dalam hubungannya dengan pelaku komunikasi yaitu pelaku komunikasi merupakan perwakilan diri, bergantung pada cara-cara ketika diri di hadirkan dalam banyak situasi yang dihadapi dalam kehidupan.
  1. Teori Komunikasi mengenai Identitas
            Identitas diri yaitu susunan gambaran diri anda sebagai seseorang. Dalam budaya yunani, identitas di pahami sebagai sesuatu yang bersifat pribadi dan seseorang melihat diri bertentangan atau berbeda dengan identitas yang lain.
Menurut Michael Hecht dan koleganya, teori komunikasi tentang identitas tergabunglah konsep individu, komunal , public. Menurut teori tersebut identitas merupakan penghubung utama antara individu dan masyarakat serta komunikasi merupakan  mata rantai yang memperbolehkan hubungan ini terjadi. Identitas adalah “kode” yang mendefinisikan keanggotaan dalam komunitas yang beragam___kode-kode yang terdiri dari symbol-simbol seperti bentuk pakaian, dan kepemilikan , dan kata-kata seprti deskripsi diri atau benda yang biasanya anda katakan dan makna yang  anda dan orang lain hubungkan terhadap benda-benda tersebut.

Okeh guys.. sekian dulu
See you next time

Daftar pustaka
West,Richard and Lynn H.Turner. 2010. Introducing Communication Theory. New York: McGraw Hill
Karen A. Foss All , Stephen W. Littlejohn , Teori Komunikasi: Theories of Human Communication, ,
Stephen W. Littlejohn and Karen A. Foss All, Teori Komunikasi: Theories of Human CommunicationI,
https://dianamonash.wordpress.com/makalah/teori-teori/sosiokultural/