assalamualaikum wr
wb.
hy guys.. how are you?
i hope we are all fine
the last time i shared about
sociocultural theory, now i will share the theory about sosiopsicological
theori
happy reading, cekidot
Tradisi
Sosio-Psikologis
Seorang
manusia menjalani hidupnya sebagai pelaku komunikasi. Dimana ia memberi,
mengolah dan mendapatkan informasi. Namun, manusia memiliki otak, pikiran,
logika, dan akal yang berbeda beda. Hal ini tentu saja memyebabkan persepsi
orang terhadap suatu informasi berbeda. Bahkan,
orang yang kembar identik sekalipun pasti memiliki perbedaan dalam berpendapat.
Hal ini
disebabkan kepribadian setiap orang berbeda. Bagaimana seseorang bertingkah
laku dalam situasi komunikasi. Bagaimana, mereka bisa bertingkah laku
sedemikian rupa? Apakah mereka berbuat sesuai dengan apa yang mereka pikirkan
sebelumnya? Apakah mereka bisa atau akan melakukan sesuatu seperti pikiran
kita?
Ada dua
jeis teori dalam tradisi sosiopsikologis ini, yaitu :
- Teori Sifat
Sebuah kualitas atau karakteristik
pembeda ini merupakan cara berpikir, merasakan, dan bertingkah laku yang
konsisten terhadap situasi
a.
Pertentangan
Kecenderungan untuk ikut serta dalam
percakapan tentang topik – topik kontroversial, untuk mendukung sudut
pandang Anda dan menolak keyakinan yang berbeda.
b.
Kecemasan dalam Berkomunikasi dan Bersosialisasi
Banyak orang yang takut atau tidak
suka berkomunikasi serta telah banyak penelitian tentang kecemasan dan
ketakutan berkomunikasi. Dalam bidang komunikasi, karya yang paling terkenal
adalah Communications Apprehension (CA) yang dipopulerkan oleh Mc. Croskey
mempunyai sifat berkecenderungan untuk mengalamai kecemasan saat berkomunikasi
dalam berbagai keadaan.
Kekuatan Berkomunikasi adalah Bagian
dari kelompok konsep yang terdiri atas penghindaran sosial, kecemasan sosial,
kecemasan berinteraksi, dan keseganan. Sebagai sebuah kelompok, hal ini disebut
juga dengan kecemasan dalam berkomunikasi dan bersosialisasi (social and
communicative anxiety).
Mills Patterson dan Vicki Ritts
dalam Kecemasan Berkomunikasi menyebutkan beberapa Parameter, bahwa kecemasan
dalam berkomunikasi dan bersosialisasi memiliki aspek fisiologis, seperti detak
jantung dan rona merah pipi karena malu, manifestasi perilakuseperti
penghindaran dan proteksi diri, serta dimensi kognitif seperti fokus diri dan
pikiran negatif.
c.
Model Faktor-Sifat
Model-sifat yang dipaparkan oleh Digman
- Neuroticism atau kecenderungan untuk merasakan emosi negatif dan kesedihan
- Extraversion atau kecenderungan untuk menikmati berada dalam kelompok, menjadi tegas, dan berpikir optimis
- Openness atau kecenderungan untuk menjadi reflektif, memiliki imajinasi, memperhatikan perasaan dari dalam hati, dan menjadi pemikir mendiri
- Agreeableness atau kecenderungan untuk menyukai dan menjadi simpatik kepada orang lain, ingin membantu orang lain, serta untuk menghindari permusuhan
- Conscientiousness atau kecenderungan menjadi pribadi yang disiplin, melawan gerak hati nurani, menjadi teratur, dan memahami penyelesaian tugas. Sebagai contoh, conversational narcissism atau obrolan narsis mungkin dapat dijelaskan sebagai sebuah kombinasi dari sesuatu, seperti neuroticism menengah, extraversión tinggi, opennes rendah, agreeable rendah, dan conscientiousness tinggi.
d.
Sifat, Watak, dan Biologis
H.J.Eysenck yang membagi perilaku
manusia ke dalam tiga sifat daripada lima sifat yang diidentifikasi oleh
Digman-para pakar ini menyatakan bahwa perilaku dalam berkomunikasi memunculkan
beragam kombinasi dari ketiga faktor tersebut, meliputi :
- Fokus keluar (extraversión)
- Kecemasan (neuroticism)
- Kurangnya pengendalian-diri (psychotocism)
2.
Kognisi dan Pengolahan Informasi
Jika teori sifat memberi Anda
beberapa nama untuk menggambarkan diri Anda sendiri dan pelaku komunikasi
lainnya, maka teori pengolahan informasi bekerja di belakang layar untuk
menjelaskan bagaimana Anda berfikir, Bagaimana Anda mengatur dan menyimpan
informasi, serta bagaimana kognisi membantu membentuk perilaku Anda.
a.
Teori Atribusi
Teori atribusi bermula dengan
gagasan Fritz Heider bahwa setiap individu mencoba untuk memahami perilaku
mereka sendiri dan orang lain dengan mengamati bagaimana sesungguhnya setiap
individu berperilaku. Penyebab situasional (dipengaruhi oleh lingkungan),
pengaruh pribadi (mempengaruhi secara pribadi), kemampuan (dapat melakukan
sesuatu), usaha (mencoba melakukan sesuatu), hasrat (keinginan untuk
melakukannya), perasaan (merasa menyukainya), keterlibatan (setuju dengan
sesuatu), kewajiban (merasa harus), dan perizinan (telah diizinkan).
Brant Burleson menguatkan teori
Atribusi yang sudah ada yaitu mengenai interprestasi persuasif yang
menghasilkan sebuah persepsi.
b.
Teori Penilaian Sosial
Teori atribusi menunjukan kepada
kita pentingnya penilaian interpersonal. Teori penilaian sosial, sebuah karya
ilmu psikologi sosial, berfokus pada bagaimana kita membuat penilaian mengenai
pernyataan yang kita dengar. Rentang penerimaan dan penolakan seseorang
dipengaruhi oleh sebuah variabel kunci-keterlibatan Ego. Keterlibatan Ego (Ego
Involvement) adalah pemahaman tentang hubungan pribadi anda dengan sebuah
masalah. Efek Kontras (Contrast Effect) terjadi ketika semua individu menilai
sebuah pesan lebih jauh dari sudut pandang mereka daripada yang seharusnya dan Efek
Asimilasi (Asimilation Effect) terjadi ketika manusia menilai sebuah pesan
lebih dekat dengan sudut pandang mereka daripada yang seharusnya.
c.
Teori Kemungkinan Elaborasi
Sebagaimana yang Anda pelajari
tentang teori penilaian sosial pada bagian sebelumnya, mungkin Anda telah
menyadari bahwa Anda tidak selalu membuat penilaian secara sadar tentang apa
yang Anda dengar. Teori kemungkinan elaborasi (Elaboration-Likelihood
Theory-ELT) untuk membantu kita memahami semua perbedaan ini. ELT adalah sebuah
teori persuasi karena teori ini mencoba untuk memprediksi kapan serta bagaimana
Anda akan dan tidak akan terbujuk oleh pesan. Kemungkinan elaborasi (elaboration
likelihood) adalah suatu kemungkinan bahwa Anda akan mengevaluasi informasi
secara kritis.
Ada dua rute untuk pengolahan
informasi – rute central dan periferal. Dengan demikian, ketika anda mengolah
informasi melalui rute central, anda memikirkan secara aktif dan
mempertimbangkannya berlawanan dengan yang telah Anda ketahui, anda menanggapi
semua argumen dengan hati – hati. Pengolahan informasi melalui rute periferal,
anda akan sangat kurang kritis. Perubahan apapun yang terjadi, mungkin hanya
sementara dan kurang berpengaruh pada anda bertindak.
Pemecahan terhadap Teori Kemungkinan
Elaborasi adalah MOtivasi yang terdiri atas 3 hal, antara lain: Pertama,
keterlibatan atau relevansi personal dengan topik. Kedua adalah perbedaan
pendapat. Ketiga adalah Kecenderungan pribadi anda terhadap cara berpikir
kritis.
Kesimpulannya, teori menjelaskan
bahwa setiap orang memiliki pemikiran yang berbeda beda sesai dengan kondisi
dirinya.
Okeh guys.. thank you for reading
See you next time,
assalamualaikum wr wb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar